Thursday, July 9, 2020

Etika Penggunaan Internet

Psikologi & Teknologi Internet
Etika Penggunaan Internet




Disusun oleh:  1. Indah Candra Sari (13518289)
                    2. Muhammad Andhika Bayu S (14518472)
                    3. Natalia Elsa Mantia (15518216)
                    4. Shania Aulia (16518648)
                    5. Smara Dhahana (16518792)
                    6. Tridiatmoko Ramadhan (17518140)




Kemajuan dalam bidang teknologi dan informasi selalu mengalami perkembangan dengan sangat pesat, yang paling signifikan dalam perkembangan teknologi saat ini yaitu Internet. Internet (Interconnection Networking) adalah suatu jaringan besar yang menghubungkan antara pengguna satu dengan yang lainnya di seluruh dunia tampa dibatasi oleh jumlah pengguna dan menjadikan satu jaringan yang dapat saling berkomunikasi.
Hadirnya Internet di dalam kehidupan manusia sangat memudahakan untuk menjalankan kehidupan antar individu , Sebagai contoh surat menyurat yang dulunya harus di kirim melalui kantor pos sekarang sudah bisa dilakukan hanya duduk dan mengetikkan surat tersebut melalui sebuah komputer, karena hal itulah perlu diperhatikan pula pentingnya etika dalam dunia internet yang akan dijabarkan sebagai berikut :
1.   Perlu diketahui bahwa para pengguna internet berasal dari berbagai negara yang berbeda di seluruh dunia yang tentunya memiliki adat , budaya, bahasa yang berbeda - beda.
2. Pengguna internet tidak diharuskan menunjukkan identitas aslinya atau biasa disebut anonymouse dalam berinteraksi di dunia maya.
3. Internet sudah menyediakan berbagai macam fasilitas - fasilitas yang digunakan untuk memudahkan para pengguna internet. Tetapi ada juga para pengguna internet yang malah menggunakan fasilitas tersebut untuk melakukan keisengan ataupun hal yang kurang baik yang dapat merugikan pengguna internet lainnya.
4.  Perlu diperhatikan juga pengguna internet semakin lama maka akan semakin banyak para penghuni baru yang berada di dunia maya tersebut
Inti dari hal Etika dalam pengguna internet adalah tidak melakukan hal hal yang buruk dalam penggunaan internet maka dari itu kita sendiri yang dapat mengubah dan memperbaiki hal hal yang berhubungan dengan etika buruk agar kedepannya memberi manfaat dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia berinternet.

Contoh kasus pelanggaran etika berupa spam misalnya kasus yang dilakukan Sanford Wallace pada tahun 2008 hingga 2009  yang mengaku telah menyebarkan lebih dari 27 juta pesan spam melalui server Facebook. Ia melakukan spamming terhadap sekitar 500 ribu akun pengguna Facebook yang dapat ia akses.
Di dialam perkembangan penggunaan internet mengetahui tentang kiranya pengguna internet mengtahui tentang kiranya pengguna internet mengetahui tentang etika dalam berkomunikasi melalui internet.pengetahuan etika dalam menggunakan internet akan meminimalisirkan adanya dampak negatif dari penggunaan internet.
Etika yang harus diketahui saat berkomunikasi melalui internet :
1.  Penggunaan huruf dan tanda baca,di dalam internet huruf mampu meemberikan gambar ekspresi anda saat menyampaikan hal yang menjadi pemikiran anda.seperti penggunaan huruf besar saat menulis chat di sosial media meemberikan makna yang relatif ke arah negatif.
2.  Penyampaian informasi,penyampaian informasi juga ada etika tersendirii dimana penyampaian informasi hendaknya disampaikan secara tepat sasaran dan mengikuti aturan.
3.     Mematuhi hukum yang berlaku.
4.     Privasi diri dan orang lain,privasi adalah hal penting untuk dijaga dan orang lain jaga.

Beberapa kasus dan alasan kenapa kasus tersebut bisa terjadi.
·    Maraknya informasi bohong atau hoax yang terjadi. Alasan mendasar dari mudahnya informasi ini beredar yaitu karena tidak adanya filter informasi dari pengguna internet baik itu pengguna website maupun sosial media.
·   Masalah keluarga yang dikibatkan sosial media.sosial media salah satu media yang memanfaatkan untuk berkomunikasi dengan teman,kerabat ataupun orang baru,banyak hal negatif yang bisa didapatkan melalui sosial media di dalam keluarga yaitu perselingkuhan,pertengkaran yang diakibatkan oleh saling sindir di sosial media.
·       Maraknya akun palsu dengan mengatasnamakan orang lain. Dalam hal ini adalah privassi yang dimanfaatkan orang lain.semua dalam hal ini bersumber dari informasi yang diunggah secara berlebihan ke internet yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan dari adanya informasi tersebut.
·     Maraknya pemerkosaan penculikan anak dan kejahatan lainnya yang berawal dari sosial media. Kasus pemerkosaan kebanykan kasus berawal dari adanya komunikasi melalui sosial media karena merasa tertarik kemudian mau untuk di ajak bertemu tanpa mencari tau siapa yang mengajak bertemu tersebut. Pada kasus penculikan anak berawal dari orang tua yang melakukan check in di lokasi-lokasi tertentu bersama sang anak kemudian diunggah ke sosial media untuk menarik simpati orang lain.
·      Kurangnya pengetahuan penggunaan tentang dampak buruk dari penggunaan internet jika digunakan tanpa mengikuti aturan atau norma yang ada.

Daftar Pusaka :
https://pakarkomunikasi.com/contoh-kasus-pelanggaran-etika-dalam-media-sosial
https://www.kompasiana.com/bagusdm123/5de28e8f097f361a2d209252/pentingnya-etika-dalam-dunia-maya

https://www.mahadisuta.com/artikel/pentingnya-etika-penggunaan-internet-dalam-kehidupan-sosial-anda



Sunday, May 3, 2020

Kebutuhan Manusia Terhadap Internet

Kebutuhan Manusia Terhadap Internet

Internet adalah sistem jaringan komputer yang saling terhubung secara global dengan menggunakan paket protokol internet untuk menghubungkan perangkat di seluruh dunia. Ini adalah jaringan dari jaringan yang terdiri dari jaringan privat, publik, akademik, bisnis, dan pemerintah lokal ke lingkup global, dihubungkan oleh beragam teknologi elektronik, nirkabel, dan jaringan optik. Internet membawa beragam sumber daya dan layanan informasi, seperti dokumen hiperteks yang saling terkait dan aplikasi World Wide Web (WWW), surat elektronik, telepon, dan berbagi berkas.
Intenet merupakan gudangnya informasi. Internet mecakup berbagai informasi yang dibutuhkan oleh semua kalangan. Kebutuhan internet sekarang ini sudah menjadi hal vital yang dibutuhkan karena setiap orang membutuhkan informasi. Terutaram saya, seorang mahasiswa yang membutuhkan informasi bahan ajar, kuliah online dan sumber-sumber untuk mengerjakan tugas saya dapatkan melalui mengakses internet. Hal ini mempermudah untuk pengambilan informasi dan mengefesiensikan waktu. 
Internet juga bisa digunakan sebagai wadah komunikasi selain menggunakan telepon biasa atau pesan singkat yang menggunakan pulsa. Dalam halnya internet sebagai media komunikasi berhubungan dengan social networking, dengan berbagai aplikasi seperti line, whatsapp, email dan sebagainya, kita bisa menggunakan internet sebagai alat penyabung komunikasi, tidak perlu lagi pergi ke kantor pos untuk mengirim surat. 
Internet juga bisa menjadi tempat atau wadah liburan. Apalagi disaat pandemic seperti sekarang ini, internet menjadi bahan penting untuk menghilangkan stress dan rasa penat dirumah. Dengan mengakses internet, kita bisa menonton film, maupun video-video di youtube. Internet juga bisa menjadi wadah untuk mengembangkna kreativitas dan menghasilkan penghasilan. 
Dalam kondisi seperti wbah virus seperti sekarang ini, internet sangat berperan besar. Enath sebgai media komunikasi untuk keluarga, kerabat, instansi kerja maupun edukasi. Sebagai pembelajaran jarak jauh pengganti sekolah. Sekedar hiburan untuk mengisi kepenatan, dan bisa sebagai penghasilan, karena untuk saat ini e-commerce lebih memudahkan daripada pergi keluar rumah. 
Namun, penggunaan internet memang harus hati-hati. Karena internet bisa menguntungkan juga merugikan. Kita hanya perlu pandai-pandai untuk mengaksesnya dan bijak dalam melakukan sesuatu. 

Tuesday, April 7, 2020

Analasis Internet Addiction



Psikologi & Teknologi Internet
Analisis Internet Addiction




Disusun oleh:  1. Indah Candra Sari (13518289)
                    2. Muhammad Andhika Bayu S (14518472)
                    3. Natalia Elsa Mantia (15518216)
                    4. Shania Aulia (16518648)
                    5. Smara Dhahana (16518792)
                    6. Tridiatmoko Ramadhan (17518140)





Hasil Analisis :
Internet addiction merupakan gangguan yang terjadi akibat penggunaan internet, , individu menghabiskan banyak waktu pada aktivitas online yang mengganggu kegiatan lain seperti karir, studi, hubungan keluarga, dan pastisipasi pada kegiatan masyarakat dan sosial. Seperti kecanduan lainnya, internet addiction dipandang sebagai gangguan psikofisiologikal yang melibatkan tolerance, withdrawal symptom, gangguan afeksi dan terganggunya hubungan sosial. Tolerance adalah penggunaan internet dalam durasi yang sama akan menimbulkan respon kepuasan minimal sehingga durasi penggunaan internet harus ditambah agar dapat membangkitkan kepuasan dalam jumlah yang sama. Withdrawal symptom adalah sindrom penarikan diri yang terjadi saat menghentikan atau mengurangi penggunaan internet yang menimbulkan tremor, kecemasan, dan perubahan mood. Gangguan afeksi berupa depresi dan sulit menyesuaikan diri. Secara umum, Internet adalah suatu teknologi yang favorit, tetapi karena hal itu sangat sulit mendeteksi dan mengembangkan diagnostik mengenai kecanduan Internet. Dahulu pecandu Internet terbanyak di laporkan di negara-negara berkembang terutama negara-negara Asia seperti Korea, Cina dan Jepang. Hal ini berkaitan dengan banyaknya jumlah warung Internet yang terdapat di negara-negara Asia dan banyaknya pengguna Internet yang mengakses internet di warung Internet. Namun di negara-negara Eropa dan Amerika sedikit sulit mengetahui jumlah pecandu Internet karena meraka mengakses internet di rumah.
Dalam setiap tindakan pasti memiliki dampak, baik itu dampak negatif maupun dampak positif. Walaupun terkadang, internet addiction lebih ditekankan pada dampak negatif, tapi internet addiction mempunya dampak positif itu sendiri. Dampak positif dari internet addiction adalah kecanduan informasi internet (information overload), yaitu seseorang yang menelusuri situs situs informasi secara kompulsif. Individu yang selalu mengisi waktu menggunakan internet dengan mencari data atau informasi yang disediakan oleh halaman-halaman pada internet (www). Hal tersebut membuat seseorang mempunyai wawasan yang cukup luas. Lalu dampak positif lainnya yaitu, mencari relasi dalam dunia internet, orang yang sudah addiction terhadap intenet pasti mengetahui secara luas bagaimana memulai pertemanan di dunia maya, mereka membuat relasi dengan berbagai orang di seluruh penjuru dunia. 
Dalam sisi lain internet addiction memiliki dampak negative yaitu, berkurangnya interaksi sosial secara langsung dengan orang lain, kecanduan internet membuat orang malas bergaul karena sudah mempunyai keasikan dalam dunia maya itu sendiri maka dari itu oecandu internet biasanya lebih menyukai pertemanan dunia maya, yang membuat ketika berkumpul sibuk dengan handphone nya masing-masing, asik dengan gadgetnya sendiri hingga lupa dengan lingkungan sekitar. Lalu dampak negative lainnya yaitu,  sering menunda-menunda pekerjaan, tugas ataupun kerjaan lainnya, hal tersebut karena terlalu asik dengan hiburan yang ada di dunia maya dan hal tersebut dapat mengakibatkan insomnia dan terganggunya kesehatan terutama kesehatan mata. Yang terakhir yang paling berdampak buruk dari kecanduan internet yaitu dapat menurunkan prestasi belajar dan mempunyai rasa malas tersendiri terhadapa sesuatu, hal tersebut berdampak sangat buruk bagi keberlangsungan hidup.

Dampak Negatif Internet Addiction
·   Berkurangnya interaksi social secara langsung dengan orang lain. Ketika berkumpul sibuk dengan handphone nya.
·      Sering menunda-menunda pekerjaan, tigas ataupun kerjaan lainnya.
·      Mengalami Insomnia/susah tidur
·      Terganggunya kesehatan mata
·      Menurunnya prestasi belajar
·      Akan mempunyai perasaan malas terhadap sesuatu, karena mementingkan Internet tersebut.

Dampak Positif Internet Addiction 
R. A. Davis11 menyebutkan beberapa jenis fasilitas pada internet yang dapat memicu terjadinya kecanduan. Misalnya, online sex, games, casino (perjudian), stock trading (bursa efek), dan online auctions (lelang). Kecanduan itu sendiri menurut Kimberly S. Young12 terdapat beberapa jenis, di antaranya:
1.     Kecanduan situs porno internet (cyber-sexual addiction), yaitu seseorang yang melakukan penelusuran dalam situs situs porno atau cybersex secara kompulsif. Individu yang mengalami kecanduan cybersex atau pornografi melalui internet ditandai dengan ketergantungan melihat, menemukan, menelusuri, men- download, dan berlangganan serta memperdagangkan porno- grafi secara online atau melakukan percakapan tentang fantasi seksual melalui chat rooms.
2.     Kecanduan berhubungan dalam dunia internet (cyber-relational addiction), yaitu seseorang yang hanyut dalam pertemanan melalui dunia cyber. Individu yang selalu menghabiskan waktu menggunakan internet dengan membina hubungan baru dengan teman-teman yang baru saja ditemui dalam program chatting, friendster, multiply, blog, e-mail, atau situs hubungan perteman- an yang menimbulkan ketergantungan yang berlebihan terhadap hubungan online seperti di situs facebook. Teman online menjadi lebih penting bagi individu dalam kehidupannya, daripada keluarga dan teman-teman dalam dunia nyatanya.
3.     Kecanduan berhubungan dengan net compulsion, yaitu se- seorang yang terobsesi pada situs situs perdagangan (cyber shop- ping atau day trading) atau perjudian (cyber casino) online. Kecanduan pada permainan online, perjudian online, dan berbelanja secara online yang berlangsung dengan cepat dapat menimbulkan masalah mental baru pada zaman internet ini.Melalui akses cepat ke casino virtual, permainan interaktif, dan eBay (situs jual beli online).
4.     Kecanduan informasi internet (information overload), yaitu seseorang yang menelusuri situs situs informasi secara kompulsif. Individu yang selalu mengisi waktu menggunakan internet dengan mencari data atau informasi yang disediakan oleh halaman-halaman pada internet (www). Sejumlah data yang tersedia pada World Wide Web dapat menimbulkan perilaku kompulsif yang menuju pada ketergantungan melakukan web surfing dan pencarian sejumlah data. Individu akan menghabis- kan sejumlah waktu untuk mencari dan mengumpulkan data dari web dan mengatur informasi tersebut.
Kecanduan komputer (computer addiction), yaitu seseorang yang terobsesi pada program-program yang ada di internet. Biasanya permainan permainan online seperti Counter Strike, Ragnarok dan lain sebagainya.  

Cara Mengaatasi Internet Addiction
Terdapat berbagai cara mengatasi internet addiction, seperti rawat inap, rawat jalan, dan aftercare support, dan self-help groups. Treatment mungkin juga termasuk konseling keluarga, dukungan kelompok, pendidikan dan lokakarya untuk penderita dan keluarganya diharapkan dapat membantu mereka memahami aspek kepercayaan dan kehidupan keluarga yang merupakan bagian dari kecanduan tersebut. Pemulihan mereka yang mengalami internet addiction berbeda dengan pemulihan alcoholics yang harus berpantang daripada minum, untuk treatment internet addiction berfokus pada moderasi dan kontrol penggunaan internet, sama halnya dengan penderita gangguan makan yang belajar kembali tentang pola makan yang sehat (“Internet addict”, 2008).
Prosedur-prosedur yang juga masih digunakan untuk menangani kecanduan internet adalah dukungan kelompok. Jika kecanduan internet seseorang mempunyai satu dimensi biologi, maka beberapa pengobatan seperti obat antidepresan atau obat anti-anxiety drug juga dapat membantu. Intervensi psikologis dapat meliputi beberapa pendekatan seperti mengubah lingkungan untuk mengubah asosiasi lingkungan dengan penggunaan internet atau mengurangi penguatan diterima dari penggunanaan internet yang berlebihan. Psikologis intervensi dapat juga membantu orang mengidentifikasikan pemikiran dan perasaan dimana mencetuskan penggunaan internet mereka. Interpersonal intervensi juga dapat dilakukan yaitu meliputi beberapa pendekatan seperti pelatihan keterampilan sosial atau keterampilan komunikasi. Terapi keluarga dan terapi pasangan dapat digunakan jika penggunaan internet untuk lepas dari permasalahan di dalam area ini kehidupan keluarga (“Internet addiction disorder”, 2008).
Cognitive Behavior Therapy (CBT) juga diperkirakan sesuai untuk mengatasi permasalahan internet addiction. Hal ini sesuai dengan penelitian Young (2007) yang berjudul “cognitive behavior therapy with Internet addicts: treatment outcomes and implications”, menyatakan bahwa kebanyakan klien mulai dapat mengatasi masalah internet addiction, setelah mengikuti 8 sesi dari CBT. Selanjutnya Dr.Orzack (dalam jurnal yang ditulis Duran, 2003) juga menyatakan lebih memilih memberikan CBT daripada terapi obat untuk menangani pasien rawat jalan Rumah Sakit McLean di Boston yang mengalami internet addiction. Metode CBT diperkirakan cukup efektif mengurangi penggunaan internet pada subjek penelitian karena dapat membantu subjek mengurangi perilaku on-line secara nyata.

Daftar pustaka:

Koh, Eeng. Dampak Internet Pada Era Globalisasi, 2011. http:// konsultanseojakarta.com/dampak-internet-pada-era- globalisasi.php, diakses pada 10 Juni 2013.
Purnama, Yurika. “Gangguan Kecanduan Internet pada Remaja”, 2010. (http://blogsyurika.blogspot.com/2010/10/gangguan- kecanduan-internet-pada-remaja.html), diakses pada 12 Juni 2013.





Friday, March 27, 2020

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Internet


Psikologi dan Teknologi Internet
Analisis Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Internet


Disusun oleh:
Indah Candra Sari (13518289)
Muhammad Andhika Bayu Seta (14518472)
Natalia Elsa Mantia (15518216)
Shania Aulia (16518648)
Smara Dhahana (16518792)
Tridiatmoko Ramadhan (17518140)



Artikel 1 :
DAMPAK PERKEMBANGAN INTERNET BAGI PSIKOLOGIS SESEORANG
“Internet”, kata yang sangat umum dan sangat tidak asing lagi di telinga kita. Ya, media komunikasi umum ini dapat dibilang sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Setiap orang di belahan dunia ini mengetahui dan menggunakannya. Perkembangan internet sangatlah pesat, hampir setiap bidang dan kegiatan yang ada menggunakan fasilitas internet ini sendiri.
“Mengapa perkembangan internet bisa sangat pesat?” “Mengapa banyak sekali orang menggunakan fasilitas internet?” Pertanyaan umum yang mungkin muncul dalam benak kita tentang ke-eksistensian internet. Internet memberi banyak sekali kemudahan untuk setiap kegiatan kita, internet juga menyimpan dampak positif bagi kita sebagai penggunanya. Beberapa dampak positif dari menggunakan fasilitas internet antara lain, media yang mempermudah kita sebagai pengguna untuk pencarian data yang dibutuhkan secara cepat, selain itu internet juga internet dapat menjadi media aktualisasi diri yang sangat-sangat efisien, memperbanyak relasi. Dampak positif lainnya adalah dapat menjadikan diri seseorang menjadi lebih kreatif atau dapat dibilang dapat meningkatkan daya kreatifitas seseorang.
Selain memiliki dampak positif internet pun memiliki dampak negatif bagi kita sebagai penggunanya. Beberapa diantaranya adalah pornografi, netgaming, Cybersexual addiction, Cyber-relational addiction, dan computer addiction. Dari beberapa dampak negative atas, dampak yang paling umum dan yang paling “popular” adalah pornografi/Cybersexual
Dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan internet yang telah disebutkan diatas, secara langsung atau tidak langsung dapat berpengaruh pada psikologis si pengguna (kita). Pengaruh atau dampak dari perkembangan internet pada psikologis pengguna juga ada sisi positif dan negatifnya. Untuk sisi positifnya, seperti yang telah disebutkan di atas, meningkatkan daya kreatifitas. Meningkatnya kreatifitas ini dipengaruhi oleh pribadi yang selalu ingin berkembang dan berinovasi. Dengan banyaknya informasi yang tersedia & didapatkan dari internet, maka si pengguna pun terlatih untuk menciptakan atau membuat informasi – informasi dan “karya” yang baru.

Dampak negatif dari perkembangan internat bagi psikologis pengguna diantaranya adalah menurunnya moral pengguna, Mengapa? Penurunan moral ini sangat berkaitan dengan pornografi yang tersebar bebas di internet dan dapat diakses oleh umum. Lalu dapat menyebabkan dampak anti sosial bagi pengguna. Hal ini mungkin baru kiat dengar, tetapi dalam beberapa kasus hal ini memang ada. Dampak anti sosial ini terjadi karena si pengguna menjadi addict(ketagihan) terhadap internet itu sendiri. Addiction ini sendiri terjadi karena pengguna menemukn kenyamanan yang lebih saat menggunakan fasilitas internet ini. si pengguna lebih nyaman berada dan berinteraksi di/dengan dunia maya dibandingkan dengan di/dengan dunia nyata, sehingga dia lebih memilih internet daripada hal lain hal ini biasa disebut dengan internet addiction. Selain internet addiction, Cyber-relational addiction pun bisa menjadi salah satu faktor penyebab terbentuknya sifat/pribadi yang anti sosial dalam dunia nyata.
Dalam kasus lain, dampak negatif dari internet terhadap psikologis pengguna adalah si pengguna menjadi pribadi yang tertutup. Hal ini biasanya disebabkan karena si pengguna telah “bersahabat baik” dengan dunia maya tanpa batas ini sendiri yaitu dengan membiasakan diri bercerita tentang apa yang dia rasakan di fasilitas – fasilitas internet contohnya di blog, jejaring sosial, dll. Dari penjabaran di atas, dapat kita lihat dampak atau pengaruh negatif dari perkembangan internet lebih banyak dibandingkan dengan dampak positifnya. Tetapi semua itu tidak selalu bisa menjadi acuan atau paradigm kita terhadap internet, mengapa? Hal itu semua kembali lagi kepada diri setiap individu pengguna fasilitas internet. Baik buruk efek internet yang menentukan kita sebagai pengguna. Jadi, gunakanlah fasilitas media komunikasi internet ini dengan bijak.

Artikel 2 :
Internet dan Pengaruhnya terhadap Interaksi Antarmanusia
Hari ini siapa yang tidak kenal dengan internet? Tampaknya mayoritas warga dunia, khususnya di Indonesia telah mengenal internet. Ya, dari tahun ke tahun eksistensi internet semakin besar saja. Terlebih dengan adanya dukungan pemerintah dalam rangka usaha mengenalkan internet ke masyarakat luas. Internet telah menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi umat manusia.
Dikutip dari Wikipedia.com, internet merupakan kependekan dari interconnection-networking, yaitu seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (paket switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Pelayanan yang diberikan oleh internet ini secara garis besar adalah pelayanan informasi, hiburan, pendidikan, bisnis, dan komunikasi. Kita tidak lagi mengalami kesulitan dalam mencari informasi seputar apa saja. Komunikasi menjadi semakin mudah dan murah, hanya bermodal jaringan internet, maka kita sudah dapat berinteraksi dengan orang-orang di seluruh dunia. Tentunya kemudahan-kemudahan ini memberikan pengaruh terhadap interaksi antarmanusia. Sungguh, internet banyak menyebabkan pergeseran gaya hidup para penggunanya.
Ada Google, Facebook, Line, Twitter, Whatsapp, Instagram, Blogger, Ask.fm, Secret, serta bermacam-macam situs dan aplikasi internet lainnya yang menjadi pilihan para pengguna internet di Indonesia. Kebanyakan di antaranya adalah situs-situs yang memberikan layanan media sosial, di mana pengguna dapat mudah bersosialisasi dengan pengguna internet lainnya. Pada dasarnya semua media sosial memberikan tujuan pelayanan yang sama, yaitu memungkinan kita berinteraksi sosial, bertukar informasi dengan orang lain. Lalu, apakah pengaruh yang ditimbulkan dari penggunaan internet terhadap interaksi antarmanusia?
Setiap hal di dunia ini mempunyai dampaknya masing-masing, ada positif dan ada negatif. Begitu juga dengan dampak internet terhadap interaksi antarmanusia. Sebelum kita membahas dampak negatif dari internet, mari kita bahas dampak positif apa yang bisa diberikan olehnya.
Pertama, internet memungkinkan kita untuk berinteraksi secara mudah dengan orang lain yang berada di lokasi yang jauh. Seperti yang kita ketahui, manusia adalah makhluk sosial, dan tentunya salah satu kebutuhan manusia adalah bersosialisasi. Sekarang kita tidak perlu lagi susah-susah mencetak foto, menulis surat, kemudian mengirimkannya melalui kantor pos kepada keluarga di kampung halaman. Kita tidak perlu lagi berlama-lama bertukar kabar dan menahan rindu karena lama tidak bertemu dengan sahabat yang berada jauh di negeri orang. Kita dapat dengan mudah kembali menjalin silaturahmi dengan teman-teman dari TPA, TK, SD, sampai perguruan tinggi yang telah sekian lama tidak berjumpa. Melaui Facebook, Twitter, Skype, dan akun media sosial lainnya kita dapat menjalin hubungan dengan orang lain, bahkan dengan orang lain yang sebelumnya tidak kita kenal, kemudian terjalin petemanan baru. Ya, internet memang dapat mendekatkan yang jauh.
Kedua, dengan internet, informasi dapat dengan mudah, cepat untuk diberikan atau didapatkan. Kita bisa dengan cepat mengetahui bahwa ada kegiatan yang akan diselenggarakan oleh HIMA Prodi Psikologi dengan menyebarkan informasinya melalui grup Whatsapp angkatan, atau grup Facebook. Tentunya ini akan jauh lebih praktis dan lebih murah dibandingkan dengan mengirimkan SMS satu persatu kepada warga HIMA atau menunggu jadwal yang tepat untuk masuk ke kelas.
Ketiga, internet merupakan sarana aktualisasi dan eksistensi diri. Kita dapat dengan bebas menuliskan, mengenalkan, mendeskripsikan, mengkritik, memberikan saran tentang apa saja, kapan saja, dan di mana saja. Kita berhak memberikan tanggapan kritis kita terhadap kinerja 100 hari presiden Joko Widodo. Kita bisa merekam video saat kita bermain drum dengan terampil, kemudian mengunggahnya di Youtube untuk ditonton banyak orang. Tentunya kita akan merasa senang, dan puas jika mendapat tanggapan positif dari orang lain yang menonton. Bakat kita dapat diketahui orang banyak, kita dapat lebih dikenal, dan tidak menutup kemungkinan untuk kita berdiskusi dengan orang lain yang memiliki minat dan bakat yang sama. Internet juga dapat menjadi sarana bagi kaum minoritas dalam menunjukkan eksistensinya guna diterima oleh masyarakat luas, seperti membuat artikel di blog, menuliskan status di Facebook/Twitter. Tentunya ini akan berpengaruh terhadap interaksi antarmanusia, masyarakat dapat mulai menjadi terbuka terhadap kaum-kaum minoritas, tetapi tentunya dengan segala pro dan kontra yang terjadi.
Keempat, internet merupakan sarana dukungan sosial yang cukup efektif dan efisien. Seseorang bisa saja memposting berita tentang seorang anak kecil yang menderita leukimia dan membutuhkan dana untuk pengobatan, kemudian apa yang ditulisanya dapat membuat orang lain bersimpati dan berkenan membantu biaya pengobatan sang anak. Situs-situs angket dukungan seperti Change.org juga dapat dijadikan cara dalam mendukung terjadi perubahan sosial yang positif di masyarakat.Kira-kira menurut Anda, pengaruh positif apa lagi yang dapat diberikan oleh penggunaan internet terhadap interaksi antarmanusia?
Sekarang kita bahas mengenai pengaruh negatif yang diberikan oleh internet. “Media sosial dapat mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat.” Tidak jarang kita mendengar kalimat tersebut terlontarkan. Saya sendiri setuju – tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Saya setuju karena faktanya banyak orang-orang yang sering terlalu asik dengan gadget mereka masing-masing, yang terhubung dengan internet. Berinteraksi dengan orang yang lokasinya jauh dengan kita, justru malah membuat kita kurang berinteraksi dengan orang-orang yang berada di sekitar kita. Coba lihat di salah satu meja dengan beberapa orang yang berkumpul, hitunglah berapa orang yang tidak sibuk bermain media sosial di telepon genggamnya, seringkali lebih sedikit. Kemudian tidak jarang ketika orang lain berbicara di depannya, kita mendengarkannya dengan tatapan mata menuju layar telepon genggam, asik mengecek Instagram, sehingga kita menjadi kurang fokus. Saya yakin, orang yang berbicarapun menjadi kurang nyaman karena merasa tidak diperhatikan. Tetapi saya juga tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena tentunya hal-hal itu tergantung individu pengguna internet.
Situs-situs anonim seperti Ask.fm dan Secret yang memungkinkan seseorang bertanya dan menulis status secara anonim dapat memberikan pengaruh negatif tersendiri. Orang-orang menjadi lebih bebas melalukan agresi, mengekspresikan kemarahan, ketidaksukaan terhadap orang lain secara tidak bertanggung jawab, maksudnya dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas dan menyebarkan fitnah. Akibatnya orang lain yang diperlakukan dengan tidak pantas menjadi sedih, putus asa, kecewa, dan marah. Seperti yang kita tahu, Ask.fm pernah menjadi pemicu aksi bunuh diri sejumlah remaja karena ejekan-ejekan yang diterima dari pengguna Ask.fm lainnya (Provoke-Online, 2015).
Kita juga banyak mendengar kasus-kasus kriminal yang terjadi akibat penggunaan internet yang tidak bertanggung jawab, seperti kasus penculikan dan pemerkosaan anak di bawah umur karena berkenalan dan berinteraksi dengan orang yang tidak jelas asal usulnya via internet, serta maraknya kasus penipuan.
Tentunya hal-hal tersebut seharusnya tidak terjadi jika pengguna dapat menggunakan internet dengan lebih bertanggung jawab. Kesadaran individu sangatlah penting dalam hal ini. Individu hendaknya dapat menyadari bahwa sesungguhnya teknologi dibuat untuk kesejahteraan umat manusia, sehingga kehidupan dapat menjadi lebih baik dan lebih mudah. Kita wajib menghormati orang lain, termasuk di internet. Peran orang tua sangatlah penting dalam memberikan pengarahan serta pengawasan kepada anak-anaknya, khususnya kepada anak remaja pengguna internet. Pemanfaatan internet tentu harus disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingikan. Selanjutnya peran pemerintah juga besar dibutuhkannya dalam rangka pemanfaatan internet dengan sebaik-baiknya. Pemerintah jangan hanya memperkenalkan internet kepada masyarakat luas, tetapi perlu mensosialisasikan dampak positif dan negatif penggunaan internet. Peran masyakarat juga penting dalam membantu memanfaatkan internet secara positif dan bertanggung jawab. Hendaknya kita saling mengingatkan satu sama lain agar tercipta interaksi antarmanusia yang positif, aman, dan nyaman.

Analisis:
Pengertian nternet menurut para ahli :
Menurut Allan, Pengertian Internet adalah sekumpulan jaringan komputer yang terhubung satu sama lain dan dapat membaca serta menguraikan berbagai protocol komunikasi tertentu yang biasa kita kenal dengan istilah Internet Protocol (IP) dan juga Transmission Control Protocol (TCP). Protokol juga memiliki definisi lebih lanjut menurut Allan merupakan sebuah spesifikasi sederhana mengenai bagaimana komputer dapat berinteraksi satu sama lainnya.
Menurut Supriyanto, Internet memiliki arti yaitu suatu hubungan dengan berbagai jenis komputer dan dengan jaringan yang ada di dunia serta memiliki sistem operasi dengan aplikasi yang berbeda. Hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan perangkat komunikasi misalnya telepon dan satelit yang juga menggunakan protokol standar dalam melakukan komunikasi, yaitu protocol TCP/IP (Transmission Control / Internet Protocol).
Internet memberi banyak sekali kemudahan untuk setiap kegiatan kita, internet juga menyimpan dampak positif bagi kita sebagai penggunanya. Beberapa dampak positif dari menggunakan fasilitas internet antara lain, media yang mempermudah kita sebagai pengguna untuk pencarian data yang dibutuhkan secara cepat, selain itu internet juga internet dapat menjadi media aktualisasi diri yang sangat-sangat efisien, memperbanyak relasi. Dampak positif lainnya adalah dapat menjadikan diri seseorang menjadi lebih kreatif atau dapat dibilang dapat meningkatkan daya kreatifitas seseorang.
Internet pun juga sudah menjadi bagian penting bagi kita untuk bersosialisasi dan mencari identitas. Dengan menggunakan internet, kita jadi tahu topik apa yang sedang dibicarakan sehingga kita bisa sependapat dalam satu lingkungan sosial. Bakat, keterampilan dan prestasi pun dapat di sharing di internet sehingga kita bisa tahu peran kita dan tidak mengalami krisis indentitas.
Sesuai dengan teori tahapan perkembangan psikososial Erik Erickson, kasus ini dapat dikaitkan dengan tahap ke 5:
Psikososial Tahap 5 Identitas vs kekacauan identitas
             Individu mulai mencari siapa dirinya, namun sudah siap untuk memasuki suatu peranan yang berarti di tengah masyarakat. Pada tahap ini ego memiliki kapasitas untuk memilih dan mengintegrasikan bakat-bakat dan ketrampilan dalam melakukan identifikasi dengan orang yang sependapat dalam lingkungan sosial, serta menjaga pertahanannya terhadap berbagai ancaman dan kecemasan.
Apabila terjadi krisis identitas, membentuk bentuk suatu identitas yang stabil atau sebaliknya akan kekacauan peranan. Apabila seorang remaja dalam mencari jati dirinya bergaul dengan lingkungan yang baik maka akan tercipta identitas yang baik pula. Namun sebaliknya, jika remaja bergaul dalam lingkungan yang kurang baik maka akan timbul kekacauan identitas pada diri remaja tersebut. Merasakan dampak negatif dari mengakses internet seperti pengguna menjadi pribadi yang tertutup atau berkurangnya interaksi sosial secara langsung dengan teman-teman karena ketika berkumpul bersama pengguna merasa teman-temannya lebih banyak bermain handphone dibandingkan mengobrol.dan juga biasanya disebabkan pengguna menjadi tertutup karena membiaskan diri bercerita tentang apa yang dia rasakan di fasilitas-fasilitas internet contohnya blog,jejaring sosial,dll.
Dampak negatif lain juga pengguna sering menunda-nunda pekerjaan atau menunda mengerjakan tugas.serta menurunnya moral bagi pengguna,penurunan moral ini berkaitan dengan pornografi yang tersebar luas di internet dan mudah di akses oleh kalangan umum. 


Daftar Pustaka :