Psikologi & Teknologi Internet
Analisis Internet Addiction
Disusun oleh: 1. Indah Candra Sari (13518289)
2. Muhammad Andhika Bayu S (14518472)
3. Natalia Elsa Mantia (15518216)
4. Shania Aulia (16518648)
5. Smara Dhahana (16518792)
6. Tridiatmoko Ramadhan (17518140)
Hasil Analisis :
Internet addiction merupakan gangguan yang terjadi akibat penggunaan internet, , individu menghabiskan banyak waktu pada aktivitas online yang mengganggu kegiatan lain seperti karir, studi, hubungan keluarga, dan pastisipasi pada kegiatan masyarakat dan sosial. Seperti kecanduan lainnya, internet addiction dipandang sebagai gangguan psikofisiologikal yang melibatkan tolerance, withdrawal symptom, gangguan afeksi dan terganggunya hubungan sosial. Tolerance adalah penggunaan internet dalam durasi yang sama akan menimbulkan respon kepuasan minimal sehingga durasi penggunaan internet harus ditambah agar dapat membangkitkan kepuasan dalam jumlah yang sama. Withdrawal symptom adalah sindrom penarikan diri yang terjadi saat menghentikan atau mengurangi penggunaan internet yang menimbulkan tremor, kecemasan, dan perubahan mood. Gangguan afeksi berupa depresi dan sulit menyesuaikan diri. Secara umum, Internet adalah suatu teknologi yang favorit, tetapi karena hal itu sangat sulit mendeteksi dan mengembangkan diagnostik mengenai kecanduan Internet. Dahulu pecandu Internet terbanyak di laporkan di negara-negara berkembang terutama negara-negara Asia seperti Korea, Cina dan Jepang. Hal ini berkaitan dengan banyaknya jumlah warung Internet yang terdapat di negara-negara Asia dan banyaknya pengguna Internet yang mengakses internet di warung Internet. Namun di negara-negara Eropa dan Amerika sedikit sulit mengetahui jumlah pecandu Internet karena meraka mengakses internet di rumah.
Dalam setiap tindakan pasti memiliki dampak, baik itu dampak negatif maupun dampak positif. Walaupun terkadang, internet addiction lebih ditekankan pada dampak negatif, tapi internet addiction mempunya dampak positif itu sendiri. Dampak positif dari internet addiction adalah kecanduan informasi internet (information overload), yaitu seseorang yang menelusuri situs situs informasi secara kompulsif. Individu yang selalu mengisi waktu menggunakan internet dengan mencari data atau informasi yang disediakan oleh halaman-halaman pada internet (www). Hal tersebut membuat seseorang mempunyai wawasan yang cukup luas. Lalu dampak positif lainnya yaitu, mencari relasi dalam dunia internet, orang yang sudah addiction terhadap intenet pasti mengetahui secara luas bagaimana memulai pertemanan di dunia maya, mereka membuat relasi dengan berbagai orang di seluruh penjuru dunia.
Dalam sisi lain internet addiction memiliki dampak negative yaitu, berkurangnya interaksi sosial secara langsung dengan orang lain, kecanduan internet membuat orang malas bergaul karena sudah mempunyai keasikan dalam dunia maya itu sendiri maka dari itu oecandu internet biasanya lebih menyukai pertemanan dunia maya, yang membuat ketika berkumpul sibuk dengan handphone nya masing-masing, asik dengan gadgetnya sendiri hingga lupa dengan lingkungan sekitar. Lalu dampak negative lainnya yaitu, sering menunda-menunda pekerjaan, tugas ataupun kerjaan lainnya, hal tersebut karena terlalu asik dengan hiburan yang ada di dunia maya dan hal tersebut dapat mengakibatkan insomnia dan terganggunya kesehatan terutama kesehatan mata. Yang terakhir yang paling berdampak buruk dari kecanduan internet yaitu dapat menurunkan prestasi belajar dan mempunyai rasa malas tersendiri terhadapa sesuatu, hal tersebut berdampak sangat buruk bagi keberlangsungan hidup.
Dampak Negatif Internet Addiction
· Berkurangnya interaksi social secara langsung dengan orang lain. Ketika berkumpul sibuk dengan handphone nya.
· Sering menunda-menunda pekerjaan, tigas ataupun kerjaan lainnya.
· Mengalami Insomnia/susah tidur
· Terganggunya kesehatan mata
· Menurunnya prestasi belajar
· Akan mempunyai perasaan malas terhadap sesuatu, karena mementingkan Internet tersebut.
Dampak Positif Internet Addiction
R. A. Davis11 menyebutkan beberapa jenis fasilitas pada internet yang dapat memicu terjadinya kecanduan. Misalnya, online sex, games, casino (perjudian), stock trading (bursa efek), dan online auctions (lelang). Kecanduan itu sendiri menurut Kimberly S. Young12 terdapat beberapa jenis, di antaranya:
1. Kecanduan situs porno internet (cyber-sexual addiction), yaitu seseorang yang melakukan penelusuran dalam situs situs porno atau cybersex secara kompulsif. Individu yang mengalami kecanduan cybersex atau pornografi melalui internet ditandai dengan ketergantungan melihat, menemukan, menelusuri, men- download, dan berlangganan serta memperdagangkan porno- grafi secara online atau melakukan percakapan tentang fantasi seksual melalui chat rooms.
2. Kecanduan berhubungan dalam dunia internet (cyber-relational addiction), yaitu seseorang yang hanyut dalam pertemanan melalui dunia cyber. Individu yang selalu menghabiskan waktu menggunakan internet dengan membina hubungan baru dengan teman-teman yang baru saja ditemui dalam program chatting, friendster, multiply, blog, e-mail, atau situs hubungan perteman- an yang menimbulkan ketergantungan yang berlebihan terhadap hubungan online seperti di situs facebook. Teman online menjadi lebih penting bagi individu dalam kehidupannya, daripada keluarga dan teman-teman dalam dunia nyatanya.
3. Kecanduan berhubungan dengan net compulsion, yaitu se- seorang yang terobsesi pada situs situs perdagangan (cyber shop- ping atau day trading) atau perjudian (cyber casino) online. Kecanduan pada permainan online, perjudian online, dan berbelanja secara online yang berlangsung dengan cepat dapat menimbulkan masalah mental baru pada zaman internet ini.Melalui akses cepat ke casino virtual, permainan interaktif, dan eBay (situs jual beli online).
4. Kecanduan informasi internet (information overload), yaitu seseorang yang menelusuri situs situs informasi secara kompulsif. Individu yang selalu mengisi waktu menggunakan internet dengan mencari data atau informasi yang disediakan oleh halaman-halaman pada internet (www). Sejumlah data yang tersedia pada World Wide Web dapat menimbulkan perilaku kompulsif yang menuju pada ketergantungan melakukan web surfing dan pencarian sejumlah data. Individu akan menghabis- kan sejumlah waktu untuk mencari dan mengumpulkan data dari web dan mengatur informasi tersebut.
Kecanduan komputer (computer addiction), yaitu seseorang yang terobsesi pada program-program yang ada di internet. Biasanya permainan permainan online seperti Counter Strike, Ragnarok dan lain sebagainya.
Cara Mengaatasi Internet Addiction
Terdapat berbagai cara mengatasi internet addiction, seperti rawat inap, rawat jalan, dan aftercare support, dan self-help groups. Treatment mungkin juga termasuk konseling keluarga, dukungan kelompok, pendidikan dan lokakarya untuk penderita dan keluarganya diharapkan dapat membantu mereka memahami aspek kepercayaan dan kehidupan keluarga yang merupakan bagian dari kecanduan tersebut. Pemulihan mereka yang mengalami internet addiction berbeda dengan pemulihan alcoholics yang harus berpantang daripada minum, untuk treatment internet addiction berfokus pada moderasi dan kontrol penggunaan internet, sama halnya dengan penderita gangguan makan yang belajar kembali tentang pola makan yang sehat (“Internet addict”, 2008).
Prosedur-prosedur yang juga masih digunakan untuk menangani kecanduan internet adalah dukungan kelompok. Jika kecanduan internet seseorang mempunyai satu dimensi biologi, maka beberapa pengobatan seperti obat antidepresan atau obat anti-anxiety drug juga dapat membantu. Intervensi psikologis dapat meliputi beberapa pendekatan seperti mengubah lingkungan untuk mengubah asosiasi lingkungan dengan penggunaan internet atau mengurangi penguatan diterima dari penggunanaan internet yang berlebihan. Psikologis intervensi dapat juga membantu orang mengidentifikasikan pemikiran dan perasaan dimana mencetuskan penggunaan internet mereka. Interpersonal intervensi juga dapat dilakukan yaitu meliputi beberapa pendekatan seperti pelatihan keterampilan sosial atau keterampilan komunikasi. Terapi keluarga dan terapi pasangan dapat digunakan jika penggunaan internet untuk lepas dari permasalahan di dalam area ini kehidupan keluarga (“Internet addiction disorder”, 2008).
Cognitive Behavior Therapy (CBT) juga diperkirakan sesuai untuk mengatasi permasalahan internet addiction. Hal ini sesuai dengan penelitian Young (2007) yang berjudul “cognitive behavior therapy with Internet addicts: treatment outcomes and implications”, menyatakan bahwa kebanyakan klien mulai dapat mengatasi masalah internet addiction, setelah mengikuti 8 sesi dari CBT. Selanjutnya Dr.Orzack (dalam jurnal yang ditulis Duran, 2003) juga menyatakan lebih memilih memberikan CBT daripada terapi obat untuk menangani pasien rawat jalan Rumah Sakit McLean di Boston yang mengalami internet addiction. Metode CBT diperkirakan cukup efektif mengurangi penggunaan internet pada subjek penelitian karena dapat membantu subjek mengurangi perilaku on-line secara nyata.
Daftar pustaka:
Koh, Eeng. Dampak Internet Pada Era Globalisasi, 2011. http:// konsultanseojakarta.com/dampak-internet-pada-era- globalisasi.php, diakses pada 10 Juni 2013.
Purnama, Yurika. “Gangguan Kecanduan Internet pada Remaja”, 2010. (http://blogsyurika.blogspot.com/2010/10/gangguan- kecanduan-internet-pada-remaja.html), diakses pada 12 Juni 2013.
